Rabu, 26 April 2017

Jantung Koroner

Jantung Koroner

Penyebab Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner pada mulanya disebabkan oleh penumoukan lemak pada dinding dalam pembuluh darahjantung (pembuluh koroner), dan hal ini lama-kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jaringan ikat, perkapuran, pembekuan darah dan lain-lain, yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, dari angina pectoris (nyeri dada) sampai infark jantung, yang dalam masyarakat dikenal dengan serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Beberapa faktor resiko terpenting penyakit jantung koroner :
  1. Kadar kolesterol total dan LDL tinggi
  2. Kadar kolesterol HDL rendah
  3. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  4. Merokok
  5. Diabetes melitus
  6. Kegemukan
  7. Riwayat keturunan penyakit jantung dalam keluarga
  8. Kurang olahraga
  9. Stress

Bila menyandang salah satu atau beberapa faktor resiko tersebut diatas, dianjurkan secara berkala memeriksakan kesehatan jantung kepada seorang ahli. Adanya dua atau lebih faktor resiko akan berlipat kali menaikkan resiko terhadap penyakit jantung koroner.
Deteksi Penyakit jantung Koroner

Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan mendeteksi adanya Penyakit Jantung Koroner antara lain : ECG, treadmill, Echokardiografi dan Arteriorgrafi koroner (yang sering dikenal sebagai kateterisasi).
Dengan pemeriksaan ECG dapat diketahui kemungkinan adanya kelainan pada jantung Anda dengan tingkst ketepatan 40%. Kemudia bila dianggap perlu, akan dianjurkan melakukan pemeriksaan treadmill echokardiografi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut kemungkinan akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Arteriografi Koroner (kateterisasi) yang mempunyai tingkat ketepatan paling tinggi (99-100%) untuk memastikan apakah anda mempunyai jantung koroner.

Kateterisasi jantung merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk memeriksa struktur serta fungsi jantung, termasuk ruang jantung, katup jantung, serta pembuluh darah jantung termasuk pembuluh darah koroner, terutama untuk mendeteksi adanya pembuluh darah jantung yang tersumbat.

Prosedur tersebut dilakukan oleh Dokter spesialisasi dengan menggunakan alat Angiografi. Dengan pemberian zat kontras melalui kateter, dokter dapat mengetahui secara tepat letak, luas serta berat atau derajat penyempitan pembuluh darah koroner. Hasil akan direkam secara jelas di dalam film atau CD.

Bila hasil dari film tersebut diketahui adanya penyempitan pembuluh koroner, maka dokter akan memberitahukan tindakan pengobatan selanjutnya apakah cukup dengan obat atau dengan tindakan pelebaran bagian pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat dengan menggunakan alat-alat tertentu atau ditiup, percutaneous transluminal coronary angiosplasty, atau akhir-akhir ini disebut percutaneous coronary intervention atau harus dilakukan operasi jantung terbuka (open heart surgery) untuk memasang pembuluh darahh baru menggantikan pembuluh darah jantung yang tersumbat coronary artery bypass surgery.

Dengan semakin canggihnya peralatanangiografi dan berkembangnya teknik baru, pada umumnya tidakan kateterisasi secara praktis dianggap tidak ada resiko. Peniupan atau balonisasi atau angioplasti bertujuan untuk melebarkan penyempitan pembuluh koroner dengan menggyunakan kateter khusus yang ujungnya mempunyai balon. Balon dimasukkan dan dikembangkan tepat ditempat penyempitan pembuluh darah jantung. Dengan demikian penyempitan tersebut menjadi terbuka.
Untuk menyempurnakan hasil peniupan ini, kadang-kadang diperlukan tindakan lain yang dilakukan dalam waktu yang sama, seperti pemasangan ring atau cincin penyanggah  (stent), pengeboran kerak di dalam pembuluh darah (rotablation) atau pengerokan kerak pembuluh darah (directional atherectomy.


Info lebih lanjut/Pemesanan :
Bawang Hitam Matinco
WA 0812 1701 7797